Senin, 11 Mei 2015

DETIK

Detik tak tertahankan
bergulir mengikuti jaman
jaman merekam segalanya
dalam cinta dan kasih
dalam tawa dan canda
dalam tangis dan duka
bergulir tanpa lelah
tak menghirukan siapa dan mengapa
tanpa menyapa dan mengindahkan
lebih dahulu...
walu ku tak ingin
detik tak dapat ku hentikan
untuk melangkah pergi
jauh dan tak kembali 
menatap dan mengaharap
akan berubah
sesuai ingin dan angan
disana, ketika itu tiba
kuharap, kuyakin, dan pasti...


Jalan Berbeda

Mencapai hatimu
penuh liku dan duri
bahkan bayangmu 
bagai menyeberangi lautan
maha luas dan penuh gemuruh

Tak tertahankan

tangan meraihmu
sekejap,
tak tersentuh

Diantara tawamu

adalah seberkas kenangan
dalam namaku dan dirimu
bersatu tangis jiwaku

Puing

Ratusan cinta kasih
takkan pernah pudar
ditelan waktu yang ganas
menghancurkan puing-puing kenangan
menghilangkan harapan dan kepedihan

Ku kumpulkan puing kenangan
diantara ders kenyataan
yang menghayutkan puing
Tapi...
tapak-tapak kenangan
membuatkan tersenyum
walau dalam tangis sesungguhnya.


Rabu, 25 Februari 2015

Memuja dan Merindu

Memuja dengan diam
merindu dengan bayangmu
disetiap relung hati
yang tak pernah berubah
tetap akan selamanya

Diantara memuja dan merindu
kuingin ada di dalamnya
walau hanya sesaat

Bersama dan bersua
adalah mimpi dan angan
dalam relung dan angan

Apapun itu
takkan mampu mengubah
yang telah terjejak dalam hati
100 tahun lamanya
kuingin tetap
memuja dan merindu

Menyibak Kalbu

Gundah tak jung
Kasih menyibak kalbu
Mengoyak idealis
Disisi yang tak bisa lepas
Genggaman kasih dan idealis

Akankah satu dalam damai
Walau itu takkan satu
Membelah jiwa hati raga
Bersandar pengharapan
Dalam asa dan bangga

Tidakkah jahat
Tidakkah sengsara
Diantara kasih dan idealis
Dalam cinta dan harapan.
 


 

Dalam Bahagia atau Dalam Damai

Cinta tak harus terkatakan
dengan waktu
mengungkapkan sejuta makna
yang tak dapat di kekang
oleh sejuta rasa

Diantara kebimbangan 
akan asa dan rasa
kuingin memilih
yang terpatri dalam jiwa
walau itu pengorbanan tak berharga

Nyata dalam sukma
diantara cinta dan kasih
adakah dimana?
kuharus memandang dan bersandar
Dalam Bahagia atau
Dalam Damai..

Sebelum Kenangan Terkikis Waktu

Sebelum kenangan terkikis waktu
ingatlah aku denga kalian, begitu indah dan pahit
menjejaki langkah bersama, menumpuh jalan berbeda
dan tujuan yang berbeda. Tapi kutahu hati kita
tetap dalam satu asa diantara kerikil-kerikil yang mengganjal,
diantara hati dan keyakinan 
kuyakin bahwa diriku dan kalian masih bersatu.

Bersama bayang-bayang cinta dan kasih yang mulai redup,
kuberharap suatu cahaya terang didepan
mendorong
untuk kugapai, walau jalan dan langkah
aku dan kalian tidak sama. 
Kuharap aku dan kalian akan mampu menggapai cahaya itu
kapan, dimana, bagaimanapun caranya.

Aku dan kalian adalah satu walaupun terkubur
dan tersimpan dalam puing-puing kasih yang begitu tulus
dan angung direlung hati. 
aku dan kalian akan tersenyum lebar dan berpelukan erat 
walau hanya angan, itu cukup.
aku dan kalian dipertemukan dan dipisahkan oleh
Cinta dan Kasih.

RELUNG HATI

KAU TERLUPAKAN
DALAM DETAK JANTUNG 
KAU NYATA
DALAM KENANGAN
MENARI BERGEJOLAK
IRAMA RELUNG HATI 
YANG MEMAKNAI KATA

HEMBUSAN NAPAS
BEGITU SINGKAT
TERPAUT WAKTU
DEMI CERITA
TAK KUNJUNG PADAM

BERLALU
DETIK, JAM
HARI, TAHUN
HAPUS DAN HAMPA
TIMBL DAN NYATA

RELUNG HATI
MERINDU DALAM SUKMA
MEGA WARNA

 

Akan Cinta

Mengerti akan cinta
Tak berbekas
Diantara Puisi
Lama penuh debu
Dihantar angin
Hinggap dihati
Tak tergoyahkan
Karang terjal bergelora
Sesuatu...
Mengerti dan tak mengerti
Cinta
Diantara kabut dan pelangi
Tersimpan dan terkubur
Puing-puing....
 

Lelah Tak Terbatas

Hangat cahaya
Hari tanpa kelam
Diantara bayang
Tersisa
Relung hati

Diantara kasih
Bertabur bintang
Cercah harapan
Dengan cinta
Tanpa syarat

Lelah tak terbatas
Diantara jejak
Terbatas

PAGI

Pagi mengusik kalbu
dari relung-relung
menghampiri diri
tak menyerupai

Kata hati bisu
menatap pagi sendu
tak muncul
dengan hangat

Terdiam
diantara diam
kuingin sinar
dalam pagi tersenyum

Oh jiwa
pagiku hilang
entah
esok kan ada???

Pengorbanan

Mengawali cinta
Dengan segala rasa
Dada goyah
Tak tertahankan 
Membara tak kendali

Begitu indah
Dengan segala pesona
Mengaburkan Nurani
Begitu mudah tertipu

Segala daya 
Yang kuingin
Tak sanggup
Menaggung begitu besar 
Akan pengorbanan 
Untuknya...

Kerinduan

Kerinduan yang tak tertahankan
Melawan jiwa yang rapuh
Tak pernah lepas 
Oleh singkatnya waktu 
Dengan sejuta rasa
Yang begitu Menggelora

Tidakkah kau melihat
Dengan hati
Kerinduan Memuncah
Begitu sempurna

Tidak siapa kau
Dimana dikau
Bersembunyi dalam gelap
Hilangnya malam
Merongga dada

Kuhanya untuk kau
Apakah kau tahu???



Dunia

Indahnya dunia
tak nyata
bila dipandang dari satu sudut
yang tak bisa
memberi suatu tawa

Keajamnya dunia
tak hirau 
bila hati dan raga 
melayang
akan tangis dan duka...

Selasa, 17 Februari 2015

Angan

Memandang Masa
Jauh Kedepan 
Dalam genggaman
Kedua Jari
Tak terbayang
Begitu Jauh dan berat
Tersuruk dalam waktu
Yang tak henti

Bagai jaring yang membelenggu
Jiwa-jiwa kebebasan
Memberontak tak leluasa
Dalam sesak menggelora
yang tak kunjung diam
Dimana diri dan asa
Dalam keceriaan tanpa batas
Kuingin.

Cahaya Yang Tertinggal

Berselimut Ketenangan
Cara terbaik 
Untuk dapat bersemayam
Dalam Jiwa
Yang tak tertahankan
Relung hati 
Diantara gundah dan kalut
Takut bersarang
Mengikuti sentuhan
Kalbu Merintih
Mencari jalan
Mendapatkan Suatu Cahaya yang tertinggal
Melampaui batas logika
Kurindu...