Gaya hidup disini cukup berat bagi anak kampung seperti diriku, yang telah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Banyak hal yang membuat aku tertegun dan tidak percaya dengan kehidupan disini, "bagaimana dengan orang-orang yang hidup di kota besar lainya yah"?? seperti Jakarta yang katanya lebih ganas dari kota Makassar ini. Disini saja aku sudah pusing dengan gaya hidup dan kehidupan yang berjalan saat ini, mulai dari macet, banjir, gaya bahasa, bahkan sampai hal kecil seperti cara cara menyebrang lalu lintas, ada anekdot dari teman kampung kalo ke Makassar, "3 hal yang membuat takut kalo kita ke Makassar, yaitu :
1. Bahasa Indonesia ( soalnya kami anak suku bugis yang terbiasa pake bahasa bugis setiap harinya),
2. Bazar makanan, biasanya kami tidak bisa menolak ajakan teman yang menawarkan kupon bazar makanan, harap maklum bagi kami yang mempunyai pendapatan pas-pasan atau mahasiswa yang lagi kuliah di kota ini kiriman dari orang tua sangat minim itu sangat memberatkan, apalagi kalo yang nawari cewek cantik, "wah g bisa nolak", walau akhirnya nggak bisa makan selama seminggu karena duitnya habis.
3. Nyebrang jalan raya, mungkin hal ini aneh menurut orang lain, tapi bagi kami nyebrang jalan di sini sangat sulit dan tidak terbiasa dengan kami. Biasanya kami di kampung kan jarang ada kendaraan, jadi nyebrangnya tunggu hingga kendaraan sampai tidak ada sama sekali, kalo dikota ini..."walahh" kalo menunggu hingga kendaraan g ada mah "bisa nginap di pinggir jalan baru nyebrang deh!! lha wong disini kendaraan disini minta ampun banyaknya. 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar