Setiakan aku dengan cinta
dipenuhi warna kasih
dalam debaran menggelora
jiwa-jiwa yang kosong
bertaburan rindu
yang mendetakkan relung hati
tak terbendungkan
dikeheningan purnama
yang beranjak perlahan
menyusutkan raga
menggetarkan sendi-sendi
menyangga cinta tak tertahankan
membendung gelora rindu
mencabik-cabik tak berbekas
meruntuhkan jiwa.
Puisi Ana Ogi Simulajaji
Puisi adalah bahasa jiwa
Minggu, 13 November 2016
Serpihan Kisah
Perubahan waktu terus berlanjut
mengikuti jejak langkah
dan tak pernah kembali
walau menyapa sesaat
mengalir dengan tegas
menghanyut dan menerobos alur
tak tertengtangkan
melalui serpihan kisah
tertahan lama maupun sejenak
tapi semua terlalui
tersimpan dalam hati dan benak
terlupa tak berbekas
berhenti dan berlalu
terus dan terus
hingga waktu habis
tak bersisa
mengikuti jejak langkah
dan tak pernah kembali
walau menyapa sesaat
mengalir dengan tegas
menghanyut dan menerobos alur
tak tertengtangkan
melalui serpihan kisah
tertahan lama maupun sejenak
tapi semua terlalui
tersimpan dalam hati dan benak
terlupa tak berbekas
berhenti dan berlalu
terus dan terus
hingga waktu habis
tak bersisa
Rasa dan Jiwa
Hati bertaburan
bening cinta
hati bertaburan
hangat rindu
sejuta rasa dihati
Hati bersepi pilu
menggetarkan jiwa
hati bersepi tangis
menggoyakkan iman
Entah cara apa yang ingin
kita tempuh
dalam menentramkan jiwa
sehingga cinta dan pilu
rindu dan tangis
dapat dibedakan.
bening cinta
hati bertaburan
hangat rindu
sejuta rasa dihati
Hati bersepi pilu
menggetarkan jiwa
hati bersepi tangis
menggoyakkan iman
Entah cara apa yang ingin
kita tempuh
dalam menentramkan jiwa
sehingga cinta dan pilu
rindu dan tangis
dapat dibedakan.
PadaMu
Dinding hati tak bisa runtuh
dari gelap dan kepedihan
walau mengoyak dan mencabik
tapi itu takkan mampu
meruntuhkan
segala cinta dan rindu dalam kalbu
kuingin rinduku dan cintaku
hanya PadaMu
dari gelap dan kepedihan
walau mengoyak dan mencabik
tapi itu takkan mampu
meruntuhkan
segala cinta dan rindu dalam kalbu
kuingin rinduku dan cintaku
hanya PadaMu
KEPEDIHAN
Mentari hangat
menerpa tubuh
yang layu
tak berenergi
menatap sepi
Dinding kelabu
takkan jauh
dari satu sisi
kepedihan dan kesenangan
Jauh tak berbekas
dalam angan
dan gejolak
yang tak kunjung diam
dalam benak
bergemuruh.
menerpa tubuh
yang layu
tak berenergi
menatap sepi
Dinding kelabu
takkan jauh
dari satu sisi
kepedihan dan kesenangan
Jauh tak berbekas
dalam angan
dan gejolak
yang tak kunjung diam
dalam benak
bergemuruh.
Berjalan
Mencari jalan
Menempuh ujian
Berliku berbadai
Terjatuh terluka
Kuyakin kupasti
Kuharap kucoba
Menuju Cahaya
Meraba menggapai
Dengan hati
Dengan jiwa
Doaku...
Menempuh ujian
Berliku berbadai
Terjatuh terluka
Kuyakin kupasti
Kuharap kucoba
Menuju Cahaya
Meraba menggapai
Dengan hati
Dengan jiwa
Doaku...
Senin, 22 Februari 2016
Putih tak Berkelam
Berjaring Noda
Hitam berlumpur
Tak terhapus
Dalam satu masa
Dimana jiwa
Diterbangkan
Dalam diam
Kembali dalam karat
Menerpa dalam badai
Jiwa raga bergemuruh
Dalam satu waktu
Kukembali
Hanya Pada-Mu
Semoga dalam
Jaring kesucian
Putih tak berkelam.....
Hitam berlumpur
Tak terhapus
Dalam satu masa
Dimana jiwa
Diterbangkan
Dalam diam
Kembali dalam karat
Menerpa dalam badai
Jiwa raga bergemuruh
Dalam satu waktu
Kukembali
Hanya Pada-Mu
Semoga dalam
Jaring kesucian
Putih tak berkelam.....