Kamis, 28 Maret 2013

Pete-Pete ( Angkutan Kota ) Makassar

Pete-pete, itu sebuah istilah angkutan kota yang ada di daerah Sulawesi Selatan, bentuknya berbeda-beda sih tergantung dimana angkutan ini berada. Ada yang bentuknya mobil mikrolet, atau yang menyerupai mobil oplet. Kendaraan ini sangat berguna bagi orang yang memiliki keuangan pas-pasan seperti diriku ini..hikss. 


Terkadang beberapa temen yang menanyakan mengapa diriku senang menggunakan pete-pete, padahal bisa saja aku menggunakan kendaraan pribadi seperti motor. Bagi diriku ada kepuasan dan pengalaman serta pengetahuan yang tidak dapat dibeli disaat menggunakan angkutan umum yang satu ini.

Ada pengalaman lucu, seperti ada salah satu penumpang pete-pete yang mengenakan baju terbalik dan lucunya dia sendiri yang nyeletuk keras kalo bajunya kebalik, padahal kita tidak tahu kejadian itu.

Pengalaman menyebalkan adalah disaat sopir ugal-ugalan atau sopir lagi bad mood kayaknya sehingga yang jadi korban yah..kita-kita ini penumpangnya, dari memaki-maki orang disamping pete-petenya, ngerem mendadak hingga seluruh penumpang saling berjumplatan ataupun memacu dengan kencang pete-pete diantara kemacetan, "wih membuat jantung berdenyut dengan kerasnya".

satu hal yang membuat aku selalu tersenyum dalam pete-pete ini adalah kalau salah satu penumpang atau sebagian penumpangnya berubuh gemuk, "yah termasuk diriku juga, yang mempunyai ciri ini"..hayy. Kursi yang biasanya muat untuk dua orang bertubuh sedang, terpaksa di relakan untuk satu orang saja. Terkadang terlihat supir kesel melihat penumpang dengan tipe ini, karena sudah bayarnya untuk satu orang jatah duduknya buat 2 orang..ha.ha. Kadang juga kalo merasa kasihan dengan supir, aku berusaha melipat badan, berusaha mengepres badan hingga orang disamping dapat duduk dengan nyaman..khaaa..kayaknya aku pun harus diet. 
Maafkan kami yah Pak supir pete-pete !!!     
 

Senin, 11 Maret 2013

Kehidupan Kecil Anak Kampung

          Tidak terasa sudah beberapa lama aku terdampar dikota Daeng ini, julukan untuk kota Makassar, hanya untuk mendapatkan pengalaman, kesempatan dan tentunya menjemput rejeki. Kota ini cukup ramai dibanding kampung dimana aku dilahirkan dan bertumbuh kembang, baru kali ini aku meninggalkan kampung sebegitu lama di saat usia sebenarnya tidak muda lagi, tapi itulah jalan hidup yang Allah berikan untuk mewarnai hidupku. Begitu berat meninggalkan keluarga dan teman dikampung yang telah bertahun-tahun hidup bersama. 
               Gaya hidup disini cukup berat bagi anak kampung seperti diriku, yang telah terbiasa dengan kehidupan yang sederhana. Banyak hal yang membuat aku tertegun dan tidak percaya dengan kehidupan disini, "bagaimana dengan orang-orang yang hidup di kota besar lainya yah"?? seperti Jakarta yang katanya lebih ganas dari kota Makassar ini. Disini saja aku sudah pusing dengan gaya hidup dan kehidupan yang berjalan saat ini, mulai dari macet, banjir, gaya bahasa, bahkan sampai hal kecil seperti cara cara menyebrang lalu lintas, ada anekdot dari teman kampung kalo ke Makassar, "3 hal yang membuat takut kalo kita ke Makassar, yaitu :
1. Bahasa Indonesia ( soalnya kami anak suku bugis yang terbiasa pake bahasa bugis setiap harinya), 
 
2. Bazar makanan, biasanya kami tidak bisa menolak ajakan teman yang menawarkan kupon bazar makanan, harap maklum bagi kami yang mempunyai pendapatan pas-pasan atau mahasiswa yang lagi kuliah di kota ini kiriman dari orang tua sangat minim itu sangat memberatkan, apalagi kalo yang nawari cewek cantik, "wah g bisa nolak", walau akhirnya nggak bisa makan selama seminggu karena duitnya habis. 
3. Nyebrang jalan raya, mungkin hal ini aneh menurut orang lain, tapi bagi kami nyebrang jalan di sini sangat sulit dan tidak terbiasa dengan kami. Biasanya kami di kampung kan jarang ada kendaraan, jadi nyebrangnya tunggu hingga kendaraan sampai tidak ada sama sekali, kalo dikota ini..."walahh" kalo menunggu hingga kendaraan g ada mah "bisa nginap di pinggir jalan baru nyebrang deh!! lha wong disini kendaraan disini minta ampun banyaknya. 
          

Jumat, 01 Maret 2013

TIDAK

Aku Melihatmu..
Aku Mendengarmu..
Aku Memikirkanmu..
Aku Mengharapmu..
Aku Menjagamu..
Aku Mengharapmu..
Aku Merindukanmu
tetapi...
Apakah kau juga melakukan hal yang sama?

ternyata 
jawabannya TIDAK.

semua hal yang kulakukan untukmu tidak berarti bagimu
kau terlalu sibuk mendewakan yang lain.

tapi...
aku membiarkanmu melakukan hal itu
karena aku begitu menyayangimu
itulah salah satu caraku agar bisa dekat denganmu.